About Us

About Us

Semuanya berawal dari kegelisahan. Ketika sebagian besar orang masih mampu menikmati indahnya kawasan Puncak, ada masalah yang terkandung, dan mungkin tak terlihat, di kawasan itu. Dan ternyata sangat kompleks.Tidak hanya mengenai soal ekologi dan tata guna lahan saja, melainkan menyangkut pula soal sosial, budaya, dan ekonomi.

Tak semua pihak melakukan pembiaran. Ada komunitas yang peduli dengan masalah gunungan sampahnya, hingga rutin memungutinya di area dimana Sungai Ciliwung bermula. Ada pemerintah daerah dengan ketegasannya, berbekal kerja sama dengan ibukota negara, membongkar villa-villa salah bangun dan tanpa izin.

Ada pula pihak yang merasa bahwa solusi yang diambil masih parsial, belum dapat mengurai kusutnya masalah, dan pihak itu adalah kami. Berbekal kesadaran ini, melalui serangkaian rapat antar pihak, maka bersatulah kami yang berasal dari akademisi (P4W[1]-LPPM Institut Pertanian Bogor), LSM (Forest Watch Indonesia dan Perkumpulan Telapak Badan Teritori Jawa Bagian Barat), komunitas (Ciliwung Institute, Komunitas Ciliwung Puncak, dan Komunitas Peduli Ciliwung) dalam sebuah konsorsium . Menyusul kemudian adalah pemerintah desa Tugu Utara dan desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor. Konsorsium ini kami beri nama “Konsorsium Penyelamatan Kawasan Puncak”.

Menjadi sebuah konsorsium didasari oleh alasan yang sederhana: bahwa masalah Puncak yang kompleks perlu ditangani secara multi-pihak sehingga pendekatannya dapat lebih menyeluruh. Dan sebagai sebuah konsorsium, ada prinsip dasar yang menyatukan kami yaitu i) Selamatkan lingkungan yang tersisa, ii)Tingkatkan kualitas lingkungan, iii) Sejahterakan warga lokal, dan iv) Pulihkan martabat dan budaya warga lokal.

Pada situs ini akan anda temukan catatan mengenai apa yang telah, sedang, dan hendak kami lakukan, dengan harapan agar anda dapat turut bersama kami, sehingga konsorsium ini menjadi semakin multi-pihak, sehingga kami menjadi kita, untuk Puncak yang lebih selamat. Berikut adalah daftar institusi yang sampai saat ini turut terlibat dalam Konsorsium Penyelamatan Kawasan Puncak:

Komunitas Ciliwung Puncak

Komunitas Ciliwung Puncak hadir karena rasa tanggung jawab untuk turut melestarikan indahnya keragaman alam yang menjadi penyangga kehidupan Jabodetabek.Terbuka bagi siapa saja yang memiliki niat baik terhadap alam.Visi dari komunitas ini adalah memperlambat kerusakan terutama kerusakan alam di Kawasan Puncak sebagai penyangga kehidupan Jabodetabek melalui pendidikan dan memberikan solusi untuk meningkatkan taraf ekonomi melalui budaya pertanian dan pariwisata yang ramah lingkungan.Pencapaian visi ini diwujudkan dalam upaya untuk menghentikan pola membuang sampah mulai dari masyarakat di hulu sungai, mencari solusi pola membuang sampah masyarakat dan berupaya untuk mengolah sampah, berupaya terus untuk membersihkan aliran air, memberikan pola pikir dan gambaran yang jelas tentang bahaya dan bencana yang diakibatkan oleh sampah yang dibuang di aliran air, penanaman pohon endemik Kawasan Puncak yang telah kami lakukan sejak tahun 2003, Pendidikan alam , dan melakukan aksi nyata secara terus menerus.

Komunitas Peduli Cilwiung

Komunitas Peduli Ciliwung Bogor berdiri sejak Maret 2009.Komunitas ini hanya menginginkan meningkatkan rasa kepedulian terhadap keberlangsungan sungai Ciliwung di Kota Bogor.Komunitas ini terbentuk awalnya dari upaya kepedulian Hapsoro yang hobi memancing dengan menceritakan pengalamannya memancing di sungai Ciliwung.”Kalau mancing di sungai sekarang ini sudah terlalu banyak sampah.Yang ada kita malah dapat plastic, bukannya ikan,” ungkap Hapsoro sambil bercanda.Dari pembicaraan ngalor ngidul ini akhirnya kami sepakat untuk menemukan spot-spot terbaik untuk mancing di sungai Ciliwung di Kota Bogor sepanjang daerah Katulampa hingga Cilebut.Dari situ baru disadari begitu memprihatinkanya kondisi sungai Ciliwung kala itu. Dari fakta di lapangan hasil penelusuran sungai ciliwung di Kota Bogor, terbukti bahwa masyarakat yang tinggal di bantaran sungai Ciliwung, menjadikan sungai ini sebagai tempat buang sampah selain memanfaatkannya untuk keperluan sehari-hari lainnya. Jelas sekali hal ini merupakan tindakan yang salah dan sangat tidak dibenarkan karena fungsi, kondisi, serta kegunaan sungai tersebut akan menurun. Tidak hanya itu.Kondisi sungai Ciliwung kian diperburuk dengan minimnya pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan sungai.Semua berakar pada kebiasaan buruk yang telah mengakar sejak lama dalam fikiran masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai Ciliwung hingga mereka tak lagi peduli. Berawal dari sana, diskusi terus berlanjut dengan pertanyaan apa yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan sungai Ciliwung yang penuh sejarah dengan cara-cara yang sederhana, murah dan tidak rumit. Dari situ lahirlah sebuah konsep yang simpel, yaitu aksi mulung sampah di sungai Ciliwung yang bersifat voluntary, bukan berdasarkan proyek. Sejak saat itulah salah satu agenda kegiatan KPC Bogor adalah mulung sampah setiap hari Sabtu, mulai dari pukul 8 pagi sampai dengan 11 siang.Kami anggap saja olahraga di hari libur.Bisa berkeringat, bermanfaat, dan juga bisa tambah teman baru.Kegiatan yang dilakukan komunitas ini sangat sederhana.Hanya mengambil sampah-sampah yang mengotori sungai Ciliwung, untuk dikumpulkan dan dimasukan ke dalam karung-karung.Lalu selanjutnya dibuang ke tempat pembuangan sampah sebenarnya.Jumlah orang yang datang setiap sabtunya berbeda-beda.Pernah ada lebih dari 100 orang yang bergabung.Tapi pernah juga hanya 2 orang.Bagi kami tidak masalah.Yang penting KPC Bogor harus terus mengingkatkan warganya untuk peduli sungai ciliwung di Kota Bogor. Tak hanya mulung sampah, Komunitas Peduli Sungai Ciliwung ini juga melakukan sejumlah kegiatan positif lainnya seperti; memberikan pendidikan lingkungan hidup untuk anak-anak SD, melakukan penelitian tentang kualitas air, penanaman pohon di sekitar sungai Ciliwung, pengkajian tentang biota air sungai dan fisik sungai, pemutaran film tentang sampah di sungai Ciliwung, serta penyelenggaraan lomba mulung sampah yang sekarang sudah menjadi agenda resmi tahunan di Kota Bogor. Berkat kiprah komunitas ini, sekarang ini Pemerintah Kota Bogor kian mendukung penuh kegiatan yang dilakukan Komunitas Peduli Sungai Ciliwung ini dengan menganggarkan upaya pembersihan sampah di sungai Ciliwung melalui alokasi APBD-nya.Tentunya semua dilakukan berdasarkan satu tujuan yaitu menyelamatkan sungai Ciliwung dari ancaman kerusakan. Komunitas ini menginginkan kondisi Ciliwung seperti dahulu kala. Sungai yang bersih dan sangat dimuliakan oleh masyarakat karena airnya yang terkenal segar dan bisa dijadikan sebagai sumber kehidupan masyarakat. Seharusnya, sungai merupakan sumber air bersih bagi kehidupan manusia.Dari sejak manusia itu ada, mereka sudah bergantung dengan sungai.Kita bisa melihat di beberapa kampung di Indonesia, letaknya dekat sungai, karena memang sungai itu memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia.Entah itu sebagai sumber air bersih, untuk minum, mandi, mencari makan, sebagai sarana transportasi, dan yang terpenting adalah sungai dapat menjaga keseimbangan alam.

Forest Watch Indonesia

Forest Watch Indonesia yang disingkat FWI merupakan organisasi jaringan pemantau hutan independen yang terdiri dari individu-individu dan organisasi-organisasi yang memiliki komitmen untuk mewujudkan proses pengelolaan data dan informasi kehutanan di Indonesia yang terbuka dan dapat menjamin pengelolaan sumberdaya hutan yang adil dan berkelanjutan. FWI yakin bahwa cita-cita ini hanya akan terwujud apabila tercipta kondisi dimana semua data kehutanan dan data yang terkait dengan sumberdaya hutan bisa diperoleh dengan mudah dan cepat oleh semua orang serta pengelolaan hutan di Indonesia sungguh-sungguh terbebas dari semua jenis kegiatan eksploitasi hutan dan pengalihan penggunaan kawasan hutan yang dapat mengurangi atau menghilangkan daya dukung ekosistem hutan dan menimbulkan konflik. Misi dari FWI antara lain:

Dalam upaya pencapaian visi tersebut, FWI secara sadar telah menetapkan peran strategisnya sebagai bagian dari komponen masyarakat madani untuk mendorong percepatan proses demokratisasi dalam pengalokasian dan pengelolaan sumberdaya hutan dengan cara:

  • Mengembangkan transparansi data dan informasi kehutanan dan kondisi sumberdaya hutan melalui pengembangan dan penguatan simpul-simpul pemantauan hutan yang terdesentralisasi dan mandiri (independen) di berbagai wilayah/daerah yang secara ekologis signifikan dan penting untuk dijaga, dilestarikan dan dikelola secara berkelanjutan.
  • Mendorong publik, khususnya organisasi-organisasi masyarakat madani lainnya yang independen, agar terlibat secara aktif dan konstruktif dalam proses-proses politik yang berkaitan dengan pengurusan sumberdaya hutan melalui penyebar-luasan informasi tentang kondisi hutan terkini dan penyebab kerusakannya yang diolah dari data lapangan yang akurat dan bukti yang tidak terbantah.
  • Membantu pembuat dan pelaksana kebijakan di pemerintahan dengan menyediakan data dan informasi alternatif (di luar sumber data resmi yang sudah ada) tentang kehutanan dan sumberdaya hutan untuk digunakan dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan.

Menemu-kenali dan mempromosikan kebijakan-kebijakan dan praktek-praktek pengelolaan hutan yang nyata-nyata berhasil menjaga kelestarian dan keberlanjutan sumberdaya hutan serta menjamin keadilan bagi masyarakat setempat.

Ciliwung Institute

Ciliwung Institute merupakan forum kerja yang digagas untuk mewadahi kegiatan komunitas yang bergerak dalam upaya penyelamatan Daerah Aliran Sungai Ciliwung.Lingkup kegiatannya juga luas mulai dari Puncak Kab. Bogor, Kota Bogor, Bojonggede Kab.Bogor, Depok  hingga Jakarta. Isu yang dikerjakan oleh setiap lembaga yang terlibat dalam forum ini juga beragam.Ada komunitas seni budaya, pendongeng, pendidik lingkungan, literasi, peneliti, fotografer hingga programer komputer. Forum yang dibangun dari beragam isu ini mencoba mengangkat potensi Ciliwung yang dilihat dan dilakukan dari berbagai sudut pandang.Keberagaman ini merupakan kekuatan yang memudahkan Ciliwung Institute untuk mengemas kegiatannya secara menarik, sehingga kampanye penyelamatan Ciliwung yang disuarakan menjadi sederhana dan mudah diterima oleh berbagai kalangan.

Divisi Perencanaan dan Pengembangan Komunitas, Pusat Pengkajian, Perencanaan, dan Pengembangan Wilayah-LPPM, IPB

Divisi Perencanaan dan Pengembangan Komunitas (untuk singkatnya disebut Divisi Comdev) adalah salah satu dari tiga divisi yang terdapat di P4W-LPPM IPB.Pengorganisasian P4W ke dalam tiga divisi ini lebih didasarkan pada ranah keilmuan yang digeluti. Sesuai dengan namanya, Divisi Comdev menggeluti ranah bottom-up planning, pendampingan komunitas dan penguatan kelembagaan, serta aksi-aksi kolektif (collective actions). Di tingkat ruang yang lebih makro, ranah yang digeluti adalah perencanaan pembangunan daerah dan kawasan. Ranah yang digeluti ini, bersama dengan dua divisi lain, menjadi penunjang ilmu-ilmu kewilayahan (regional sciences), ilmu yang memang menjadi kepakaran dari P4W. Untuk diketahui, ilmu wilayah memiliki empat pilar yaitu i) aspek inventarisasi, klasifikasi, dan evaluasi sumber daya, ii) aspek ekonomi, iii) aspek lokasi, dan iv) aspek kelembagaan. Aspek kelembagaan inilah, khususnya kelembagaan lokal (local institution), yang dikontribusikan oleh Divisi Comdev dan bersama dua divisi lainnya, membangun kepakaran P4W dalam ilmu wilayah secara keseluruhan. Ada dua payung keilmuan yang menaungi ranah Divisi Comdev yaitu i) pendekatan partisipatif (participatory approach), dan ii) the Commons, baik sebagai sumber daya seperti common-pool resources, maupun sebagai rezim hak kepemilikan seperti common property. Kedua payung inilah yang memberi arah dan mengisi ruh atas semua ranah keilmuan yang digeluti, atas semua kegiatan yang dilakukan.

Telapak Badan Teritori Jawa Bagian Barat

Badan Teritori Telapak Jawa Bagian Barat adalah Alat Kelengkapan Pengurus Perkumpulan Telapak yang bertanggung jawab untuk menjalankan agenda Telapak serta membangun komunikasi yang intensif kepada seluruh anggota Telapak di teritori Jawa Bagian Barat. Badan Teritori Jawa Bagian Barat dipimpin oleh seorang Ketua Badan Teritori atau sering disebut Gubernur BT Jabagbar. Perkumpulan Telapak merupakan organisasi perkumpulan berbasis anggota individu yang meliputi aktivis LSM, masyarakat adat, petani, nelayan, praktisi bisnis, praktisi media, advokat, guru, dosen, PNS, dan berbagai profesi lainnya, yang bertujuan mewujudkan sistem pengelolaan sumber daya alam hayati yang bertumpu pada masyarakat setempat dan didasarkan pada nilai-nilai keadilan, keragaman, dan kelestarian di Indonesia sesuai Arah Gerakan Telapak degan semboyan “Memimpin Perubahan Menuju Kerakyatan Dan Kelestarian” Visi Telapak adalah pengelolaan sumber daya alam hayati yang berkeadilan, baik antar generasi maupun unsur-unsur alam. Misi Telapak adalah 1) Melakukan kampanye anti perusakan sumber daya alam hayati, 2) Melakukan promosi dan penguatan pengelolaan sumber daya alam hayati lestari yang berbasis komunitas lokal, 3) Melakukan advokasi kebijakan pengelolaan sumber daya alam, 4) Melakukan pengorganisasian korban dan pendukung korban ketidakadilan ekologis. Informasi lengkap tentang Telapak  lihat  www.telapak.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*