Peringatan Hari Sungai Nasional 2017 di Cibulao

Foto : Dasim KTH

Bogor, 27 Juli 2017. Peringatan Hari Sungai Nasional  yang dilakukan di hulu Sungai Ciliwung tepatnya di kawasan puncak Kampung Cibulao Desa Tugu Utara ini sangatlah berbeda. Dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang sadar akan pentingnya menjaga sungai untuk kelangsungan hidpup yang lebih baik ini merupakan kegiatan yang pertama kali dilakukan dengan menanam pohon bambu di sekitas DAS Hulu Ciliwung.

Mulai berubahnya kawasan puncak yang dulunya hutan sekarang menjadi tempat berdirnya bangunan-bangunan, menurunya debit air ketika datang musim kemarau, dan berubahnya fungsi lahan di Kawasan Puncak menggerakan sekelompok masyarakat di Kampung Cibulao untuk melakukan kegiatan konservasi dan menjaga kelangsungan hidup di kawasan puncak.

Kawasan Puncak yang mejadi  jantung  kehidupan masyarakat di Bogor ini terkadang luput dari perhatian Pemerintah Daerah.  Menyelamatkan Sungai Ciliwung sudah seharusnya dilakukan dari wilayah hulu. Salah satu contoh nyata ialah aksi-aksi kepedulian lingkungan yang dilakukan masyarakat di Kampung Cibulao, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua. Masyarakat Kampung Cibulao melakukan kegiatan yang sebelumnya tidak pernah di lakukan oleh mereka. Kegiatan menanam pohon bambu di sekitar hulu Sungai Ciliwung menjadi pilihan mereka untuk menjaga Sugai Ciliwung. Fungsi pohon bambu yang bisa menahan erosi, menyerap air secara baik, hingga mencegah banjir dan tanah longsor sangat cocok untuk di tanam  di sekitar Hulu Ciliwung ini. Selain itu, pohon bambu juga bisa dijadikan sebagai  kerajinan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Kampung Cibulao.

Kami menanam pohon bukan untuk kami, melainkan untuk anak cucu kita kelak. Kita akan jaga dan kita akan pelihara sungai Ciliwung ini. Jangan sampai air di sungai Ciliwung ini menjadi musibah jadikanlah air dari sungai Ciliwung ini menjadi berkah untuk kita semua. Mari kita jaga alam ini karena ketika kita berbakti kepada alam ini maka sang pencipta pun akan memberikan apa yang kita inginkan dari alam ini. Kita sebagai manusia selalu membutuhkan apa  yang di alam begitpun alam yang  sangat membutuhkan kita untuk menjaganya. Jangan sampai apa yang ada di alam kita ini hilang, jangan sampai mata air ini hilang dan meninggalkan cerita dan berubah menjadi air mata untuk anak  cucu kita nanti, jadikanlah alam ini menjadi  sahabat yang saling mengasihi, saling menghidupi, dan saling menjaga satu sama lain. Ini mimpi dari segelintir  anak kampung di hulu Ciliwung yang harusnya menjadi tanggungjawab bersama. Selmat Hari Sungai Nasional kita jaga sungai Ciliwung ini dari hulu hingga hilir”. Ujar Dasimto, Warga Kampung Cibulao dalam siaran persnya.

Muhammad Arifin yang juga sebagai Penelitii P4W, IPB Menegaskan “Kegiatan penanaman ini adalah momentum yang pas, karena tidak adanya tanaman di sekitar bantaran DAS Ciliwung yang bisa menahan erosi. Pemilihan pohon Bambu dirasa sangat tepat untuk menjaga Hulu Ciliwung ini. Fungsi dan manfaat pohon bambu yang sangat baik diharapkan bisa sedikit  mengatasi masalah Sungai Ciliwung nantinya.”

Menurutnya tanaman Bambu itu memiliki fungsi ekologi penghasil oksigen yang cukup besar. Kemudian sebagai penahan longsor dan erosi tanah dan juga sebagai pencegah banjir.

“Mudah-mudahan pohon-pohon Bambu ini bisa terus tumbuh dan menjadi solusi banjir yang selama ini terjadi di ibu kota. Dengan serumpun bambu diharapkan bisa bermanfaat dan menjadi alat untuk penyelamtan lingkungan”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*