Peringati Hari Peduli Sampah Nasional, Bupati Bogor Mulung Sampah di Kawasan Puncak

Aksi mulung sampah kawasan Puncak. Foto : Atis

Bogor, 21 Februari 2017. Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2017, Konsorsium Penyelamatan Kawasan Puncak (Save Puncak) bersama Pemerintah Kabupaten Bogor menggalang aksi mulung sampah dikawasan Puncak, Hulu DAS Ciliwung.
 
Mengambil tema Ayo Bergerak !!!, Bogor Kabupatenku Bersih Sampah 2020, aksi mulung diikuti hampir 200 orang yang dipusatkan di Jembatan Cisampay, Sungai Cibubutan dan Kampung Persit, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua.
 
Bupati Bogor Nurhayanti secara khusus hadir dan terlibat langsung dengan warga Cisarua, anggota konsorsium penyelamatan kawasan puncak, kader eco village dan para mitra kelompok dan komunitas di kawasan Puncak lainnya. Bupati juga memberikan apresiasi atas partisipasi komunitas dan masyarakat, termasuk konsorsium yang selama ini telah bergerak dan berupaya membebaskan kawasan puncak dari sampah.
 
“Kabupaten Bogor dalam setahun menghasilkan sampah 1,2 juta ton, pemerintah kabupaten Bogor hanya mampu mengelola 25%. Sehingga masalah sampah di Kabupaten Bogor perlu melibatkan komunitas, akademisi, dinas kebersihan dan pemerintah daerah. Selain itu, peran serta pengusaha juga penting untuk terlibat. Karena pelaku usaha banyak yang tidak mampu mengelola sampahnya dengan mandiri,” jelas Bupati Nurhayanti.
 
Aksi mulung sampah hari itu berhasil mengangkat sampah sebanyak 4 truk kapasitas 8 m3 dan 1 truk tronton kapasitas 15 m3. Sebagai upaya menjaga lingkungan demi generasi mendatang yang lebih baik, Bupati menyampaikan deklarasi masyarakat Kabupaten Bogor yang bertekad mewujudkan kabupaten Bogor bersih sampah 2020 dan Indonesia bebas sampah 2020.
 
Dirinya mengajak segenap warga Bogor untuk bersama-sama mengurangi, memilah, menempatkan sampah pada tempatnya. Mengolah sampah secara bertanggung jawab. Aktif berperan serta dalam kegiatan pengelolaan sampah yang diselenggarakan oleh pemerintah. Aktif melakukan kegiatan bersih lingkungan di wilayah dan lingkungannya masing-masing. Serta mendukung kegiatan komunitas dalam pengelolaan sampah dari sumbernya yang berbasis masyarakat.
 
Konsorsium Penyelamatan Kawasan Puncak ambil bagian dalam kegiatan HPSN sejak tahun 2016 lalu. Aksi sebelumnya dipusatkan di kampung Cibulao dengan mulung sampah bersama warga dan membangun fasilitas pengelolan sampah, lanjutan kegiatan rutin mulung sampah di hulu Ciliwung sejak tiga tahun lalu. Mulung sampah menjadi bagian dari upaya kampanye penyelamatan ekosistem hulu Ciliwung dengan mengajak masyarakat kampung setempat, masyarakat luas di Jabodetabek, dan instansi pemerintah untuk turun langsung memberishkan gunungan sampah.
 
Ernan Rustiadi dari Konsorsium Penyelamatan Puncak memaparkan bahwa perkembangan kawasan puncak dan hulu sungai Ciliwung sebagai tujuan wisata, selama ini tidak diimbangi dengan tata kelola sampah yang memadai. Kebiasaan membuang sampah ke sungai dan pinggir sungai selama ini harus dijawab dengan solusi-solusi yang tepat dari perspektif kebutuhan masyarakat. Masyarakat dari hulu hingga hilir harus dirangkul dan menjadi pelaku-pelaku utama, tidak sekedar disalah-salahkan. Mustahil bermimpi Ciliwung bersih jika gagal menangani persoalan-persoalan di hulu sungainya, termasuk persoalan dasar masyarakatnya yang butuh kesejahteraan dan keadilan.
 
“Alhamdulillah banyak progres diraih konsorsium dalam mendapat kepercayaan pemerintah dan masyarakat Puncak. Perlu dikembangkan menjadi kolaborasi upaya penanganan sampah dan kebersihan sungai dengan melibatkan masyarakat dan menangani persoalan-persoalan riil masyarakat,” papar Ernan.
 
Upaya mewujudkan Bogor Bersih Sampah memerlukan perubahan cara pandang dan budaya, dari definisi barang yang tidak lagi berguna dan dibuang. Diubah menjadi barang yang ditunda pemanfaatannya. Sehingga tempat sampah bukan tempat membuang sampah tetapi “tempat menyimpan sampah” untuk digunakan lagi.
 
Konsorsium Penyelamatan Kawasan Puncak dan Pemerintah Kabupaten Bogor telah merencanakan kerjasama untuk menyelesaikan 5 titik sampah di kawasan Puncak. “Kami harap kerjasama ini tidak hanya berhenti hingga membersihkan gunung sampah saja tapi didukung sistem pengelolaan sampah tingkat lokal yang di rancang dan dikelola masyarakat”, tambah Ernan.
 
Setelah kegiatan HPSN, konosorsium berkumpul bersama dengan para mitra dan komunitas dari Desa Tugu Utara dan Tugu Selatan untuk membahas rencana penyelesaian permasalahan sampah dan pengelolaan sampah di Hulu Ciliwung.
 
Setiap tanggal 21 Februari diperingati Hari Peduli Sampah Nasional dan Indonesia ditargetkan dapat bersih sampah pada tahun 2020. Target yang tersisa 3 tahun ini memerlukan upaya keras agar tak berakhir sebagai seremoni semata. Pada tahun 2015 gerakan Indonesia Bebas Sampah 2020 dicetuskan sebagai inisiatif yang terbentuk dari semangat kerelawanan dan kolaborasi berbagai masyarakat yang peduli untuk mewujudkan cita-cita bebas sampah. Tahun 2016 lalu tercatat 1024 komunitas di 155 Kota/Kabupaten yang tersebar telah bergerak bersama dibeberapa titik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*