Ke Puncak Mulung di Gunung Sampah

Ke Puncak Mulung di Gunung Sampah

Web_SavePuncak_Mulung

Minggu kedua Januari 2015, kawasan Puncak Bogor masih bergelut dengan beragam persoalan. Banyaknya pengunjung yang datang sejak liburan natal dan tahun baru menimbulkan berbagai dampak terhadap lingkungan. Selain macet, masalah serius yang ditumbulkan adalah sampah yang tak hanya menumpuk ditepi jalan, tapi juga sungai-sungai sekitarnya. Salah satunya sungai Cisampay di Desa Tugu Selatan.

Menyikapi kondisi ini, warga Desa Tugu Selatan, Cisarua bersama beberapa relawan Konsorsium Aksi Penyelamatan Puncak pada Minggu (18/1/2015) pagi kemarin mengadakan kegiatan mulung bersama gunung sampah Puncak. Kegiatan dipusatkan di Kampung Rawa Dulang, Tugu Selatan, Cisarua-Bogor.
“Ini cara baru berkunjung ke kawasan Puncak, bukan meninggalkan sampah namun justru kita mengangkat sampah yang ditinggalkan,” terang Muslich, koordinator kegiatan mulung sampah Puncak kali ini.

Pada aksi mulung gunung sampah Puncak ketiga, 100 orang lebih terlibat dalam kegiatan ini, selain warga ada beberapa komunitas, mahasiswa dan pengusaha yang juga ikut terlibat dalam kegiatan mulung sampah ini. Tak mau ketinggalan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Bogor mengirimkan armadanya untuk mengangkut sampah hasil mulung.

Kegiatan mulung sampah Puncak menjadi agenda rutin bulanan yang digagas Konsorsium Aksi Penyelamatan Puncak. Inisiasi mulung bersama sudah dilakukan sejak November tahun lalu dengan target mengangkat sampah sebanyak mungkin yang bisa dilakukan. Lokasi Kampung Rawa Dulang merupakan salah satu lokasi sasaran dari temuan 43 titik gunung sampah di Tugu Selatan dan Tugu Utara.

“Terkumpul 68 karung sampah ukuran 50 kg penuh. Untuk titik ini adalah kali kedua kita berkegiatan, masih banyak yang harus dikerjakan karena sampahnya cukup banyak dan sebagian sudah tertimbun,” tambah Muslich

Sampah menjadi salah satu permasalahan klasik kawasan Puncak dari tahun ke tahun, selain pengunjung sampah yang ada disungai juga disumbang oleh warga sekitar. Bahkan satu dari 43 titik gunungan sampah yang ada, salah satunya dulu merupakan sumber air yang diakses warga, meski masih mengalir air, karena ditumpuk sampah warga tak berani memanfaatkannya.

Arya, salah satu warga Puncak mengakui perilaku buang sampah yang mengakar dari tahun ke tahun ini. Bersama rekan-rekannya di komunitas Menjadi Indonesia ia bertekad untuk membagi pengalaman dan pengetahuan untuk mengolah sampah di kampungnya.
“Kami sudah bosan menemui permasalahan sampah yang terjadi di Puncak. Dulu kami pernah tak peduli, setelah sering berkegiatan bersama teman-teman komunitas Ciliwung Puncak kami bertekad untuk setidaknya mengurangi beban sampah agar tidak semakin parah,” terangnya.
Saat ini beberapa penggiat lingkungan di Bogor mengajak berbagai pihak seperti lembaga kajian tata ruang P4W IPB, Forest Watch Indonesia, Badan Teritorial Telapak Jawa Bagian Barat, Komunitas Ciliwung Bogor, dan Ciliwung Institute melakukan riset aksi untuk penyelamatan Puncak. Pada bulan November tahun lalu mereka menghadirkan langsung Plt Bupati Bogor, Wakil Walikota Bogor, Rektor IPB, Direksi PTPN VIII, Perhutani dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk meminta komitmen mereka dalam menyelamatkan kawasan Puncak.

Sumber : Kotahujan.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*