Selamatkan PUNCAK..!!!

Selamatkan PUNCAK..!!!

Lebih dari 130 orang yang tergabung dalam Aksi Penyelamatan Puncak berkegiatan bersama di Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor , untuk menyerukan kondisi Kawasan Puncak yang semakin memburuk. Hasil riset yang dilakukan oleh mahasiswa Departemen Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor pada tanggal 19 Desember 2015 beserta masyarakat dan anggota konsorsium puncak, menunjukan terjadinya inkonsistensi dalam kesesuaian antara RTRW Kabupaten Bogor, peta status kawasan kehutanan, dan peta penggunaan lahan yang terjadi di DAS Ciliwung yang telah terjadi secara massif. Bangunan fisik seperti villa-villa, hotel, dan pemukiman masyarakat yang terbangun bebas di dalam kawasan lindung melanggar aturan pemerintah terkait peruntukan kawasan lindung sebagai penyimpan cadangan sumber daya air. Terdapatnya bangunan-bangunan illegal tersebut menyebabkan berkurangnya daerah tangkapan air di Kawasan Puncak. Hal tersebut berdampak pada tingginya potensi terjadinya bencana banjir di Bogor Kabupaten/Kota, Kota Depok, dan DKI Jakarta.

Sebagai daerah tangkapan air, kawasan puncak memiliki peranan yang sangat penting sebagai pengendali iklim mikro, penyimpan cadangan sumber daya air, dan potensi jasa lingkungan untuk dikembangkan. Sungai Ciliwung dengan panjang + 119 Km dengan luas total DAS 39.000 hektar, dan 29.000 hektarnya berada di kabupaten/kota Bogor. Identifikasi terakhir pada tahun 2009, Alih Fungsi Kawasan dari hutan menjadi bukan hutan sebesar 79.346,64 hektar (95,7%) dari total luas 6 (enam) DAS yang ada seluas 82.912 hektar, praktis hanya DAS Ciliwung yang masih memiliki tutupan hutan, itupun hanya seluas 3.565 hektar (4,3 %). Jelas kondisi ini sangatlah memprihatinkan bagi 6 DAS yang mengalir langsung ke Jakarta (Tabel 1).

Tabel 1. Daerah Aliran Sungai di Wilayah Kabupaten Bogor Yang Mengalir Ke Propinsi DKI

Microsoft Word - Document8

Sumber : (1) Potret Keadaan Hutan Indonesia Priode 2000-2009. Forest Watch Indonesia 2011, (2) Daerah Aliran Sungai BPDAS-PS, Kementrian Kehutanan, 2011.

Dalam kurun waktu tahun 2000-2009 tutupan hutan yang hilang di DAS Ciliwung mencapai 5000 hektar atau setara dengan luas kota Sukabumi.

Tabel 2. Kondisi Kawasan Hutan Lindung Puncak – Kabupaten Bogor

Microsoft Word - Document8

Sumber: (1) Peta penunjukan Kawasan Hutan dan Perairan Provinsi Jawa Barat. Kementrian Kehutanan, 2009. (2) Potret Keadaan Hutan Indonesia Periode 2000-2009. Forest Watch Indonesia, 2011.

Berdasarkan hasil pantauan FWI di hulu DAS Ciliwung pada tahun 2012, ditemukan banyaknya alih fungsi kawasan lindung yang di dominasi oleh pembangunan villa dan hak kepemilikan tanah pribadi. Padahal kawasan tersebut merupakan kawasan hutan lindung yang seharusnya di lindungi (tabel 3).

Tabel 3. Penelusuran Lapangan: Pemanfaatan lahan di Dalam Kawasan Hutan Lindung puncak

Microsoft Word - Document8

Melihat kondisi di atas bahwa aksi bersama penyelamatan Puncak sudah tepat untuk dilakukan. Kawasan Puncak merupakan hutan yang tersisa di DAS Ciliwung. DAS Ciliwung memiliki peran sangat penting, yaitu fungsi ekologi sebagai pengendali iklim mikro, daerah tangkapan air, dan termasuk kedalam plasma nutfah keanekaragaman hayati Cagar Alam Biosfer Cibodas. Oleh karena itu, Aksi Penyelamatan Puncak yang dilakukan lembaga Konsorsium Puncak sebagai langkah nyata mengajak semua kalangan, lembaga, usia, penggiat alam, dan pemerhati lingkungan untuk lebih mencintai lingkungan sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*